Smartpunters.com - Blog the Earth


Content below reflects the views of the individual blogger and does not reflect the opinions of Smartpunters.com nor it's affiliates.

MY JOURN4L

December 18, 2007 - Menegakan Kembali Epistemologi Yang Islami



Menegakkan Kembali Epistemologi Yang Islami

Oleh : Oky Widyanarko

 

Peradaban Islam sesungguhnya telah berkembang jauh sebelum bangsa-bangsa barat banyak melakukan berbagai penemuan dalam bidang teknologi. Sebut saja pakar-pakar muslim seperti Ibnu Sina yang merupakan filsuf dan ahli dalam kedokteran. Ibnu Sina juga merupakan Bapak kedokteran Modern, Ibnu Khaldun seorang pakar ekonomi, historiografi dan sosiologi, Al-Farabi yang mempunyai kontribusi besar pada bidang matematika dan Farmasi.Pada zaman keemasan Islam tersebut para Sarjana Muslim sebagai pelopor perkembangan ilmu dan teknologi dalam mengaplikasikan ilmunya tidak terlepas dari peran agamanya yaitu Islam. Sebagai sumber utama pengembangan ilmunya tentu saja kembali kepada Al-Quran dan Hadist Nabi. Kemerosotan peradaban Islam di abad modern saat ini tentunya disebabkan umat muslim sendiri telah melupakan epistomologi yang seharusnya diaplikasikan secara islami. Padahal Allah telah berfirman :

"Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat, "(QS : AL HAJJ (HAJI) ayat 3)

Bagaimanakah kita sebagai umat Islam, sebagai intelektual muslim, sebagai sarjana dan calon-calon sarjana muslim menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban modern saat ini yang kadangkala jika disimak dan diamati banyak bertentangan dengan moral dan akhlak kehidupan yang islami. Misalnya saja perkembangan teknologi nuklir yang akhirnya digunakan untuk membunuh satu sama lain, penemuan farmasi yang ternyata disalah gunakan untuk merusak generasi muda dengan "narkoba" dan obat-obatan psikotropika, rekayasa genetika yang mungkin nantinya mengaburkan silsilah keturunan. Alhasil memang peradaban modern yang tidak didampingi oleh akhlak yang baik akan menuju kehancuran. Untuk itu para intelektual muslim harus berani mendefenisikan kembali Epistomologi modern saat ini yang sudah terjerumus ke dalam kesesatan.Ada baiknya kita berusaha kembali membawa epistemologi menjadi epistemologi yang Islami. Epistemologi sendiri berarti,

"Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan."�

"Epistomologi atau Teori Pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis"

Epistemologi harus dikembalikan menjadi epistemologi yang Islami dalam arti mengedepankan 2 unsur yang seimbang yaitu ilmu pengetahuan berdasar ayat-ayat yang bersifat "Kauliyah" atau Empirik termasuk didalamya rasio, panca indera dan intuisi (hati), kedua, ayat-ayat "Kauniyah" atau berdasarkan sumber-sumber formal Islam seperti wahyu dalam Al-Quran yang menerangkan manusia tentang sesuatu bersifat meta-empirik atau supra rasional dan Hadist Nabi. Kenyataan empirik mungkin dapat dibuktikan dengan metodologi penelitian yang sudah berkembang saat ini, tapi untuk ayat-ayat " Kauniyah" maka hati atau intuisilah yang memegang peranan dimana ketaqwaan dan keimanan seorang akan mempengaruhi hal tersebut, Allah sendiri telah menyampaikan firmannya : 

" Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya," (QS : AL HAJJ (HAJI) ayat 8)

Peringatan Allah tersebut ditujukan kepada orang-orang yang hanya menggunakan ayat-ayat Kauliyah atau empirik saja tanpa ada pertanggungjawabannya terhadap sesuatu yang  ghaib atau meta-empirik dalam hal ini tentunya keberadaan Allah SWT sebagai Tuhan mereka, sebagai yang Maha Tahu. Para intelektual saat ini seakan-akan mulai terkena syndrome atheisme dimana semua kepandaiannya dan kejeniusannya dalam penemuan-penemuan ilmu dan teknologi karena hasil jerih payahnya sendiri dalam menggunakan akal dan panca inderanya. Semoga kita semua dijauhi dari pengaruh dan sifat-sifat tersebut dan sebagai intelektual muslim berupaya untuk mengembalikan epistemologi menjadi epistemologi yang Islami diakhiri dengan doa,

"dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS :THAAHAA ayat 114)"

Daftar Pustaka :

Al-Quran Online,http://quran.islamdotnet.com/cari.php, akses tanggal 15 Desember 2007

Ancok, DJamaludin dan Fuat Nashori Suroso, Psikologi Yang Islami : Solusi Islam atas Problem-Problem Psikologi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2004

Epistemologi, http://id.wikipedia.org/wiki/Epistemologi, akses tanggal 15 Desember 2007

Salim, Peter dan Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, 1st.ed., Jakarta : Modern English Press, 1991 

 

Oky Widyanarko

Pustakawan Universitas Surabaya, Email oky@ubaya.ac.id

Post A Comment! :: RSS Feed ::

<- Last Page :: Next Page ->

About Me

Perpustakaan Maya dengan media personal webblog. Tuliskan dan publikasikan ide-ide kreatif menuju dunia informasi yang tak terbatas

Links

Home
View my profile
Archives
Email Me