Dia Akan Datang dari Khurosan
Oleh : Oky Widyanarko
“ Dajjal akan muncul dari satu kawasan di timur yang disebut “ Khurosan “. Dia diikuti oleh banyak kaum yang wajah mereka seperti perisai berlapis “
( HR. Tirmidzi)
Ini merupakan nubuwat (Ramalan) sekaligus” warning” atau peringatan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya sehubungan dengan kejadian-kejadian yang mewarnai pada akhir zaman nanti. Munculnya “Dajjal” dari Khurosan ini menyibak rangkaian misteri huru hara apa yang akan terjadi nanti. Siapakah Dajjal itu dan dimanakah letak Khurosan. Dajjal adalah seorang manusia pendusta yang akan menyesatkan banyak golongan umat manusia sehingga mereka dibawa kepada kekafiran di muka bumi ini. Ia sendiri mengaku sebagai Tuhan Pencipta alam semesta ini dengan menyebut Avatar. Sedangkan nama Khurosan adalah sebuah daerah yang sejak berabad-abad lalu telah ada di peta bumi ini. Daerah itu di wilayah Persia, tepatnya negara Iran. Letaknya sebelah tenggara ibukota Teheran. Saat ini banyak dimukimi minoritas Yahudi.
Bagaimanakah ciri-ciri si pendusta ini, dalam riwayatnya Nabi Muhammad SAW menyebutkan diantaranya dengan sabda beliau ,
“Sesungguhnya Dajjal satu matanya terhapus . Diatasnya tumbuh sekerat daging yang tebal. Diantara kedua biji matanya tertulis “Kafir” bisa dibaca oleh setiap mukmin, baik ia melek huruf maupun buta huruf” (HR. Muslim)”. Riwayat lain menyebutkan “ Dajjal itu mata kirinya buta, rambutnya lebat, dia membawa surga dan neraka. Maka yang kelihatan nerakanya adalah surga, sedangkan yang kelihatan surganya adalah neraka” (HR. Muslim).
Beberapa riwayat menyimpulkan bahwa dajjal merupakan manusia yang cacat dengan buta salah satu matanya, matanya yang lain menonjol keluar (melotot), berambut keriting, mandul atau tidak berkeluarga, tinggal dan membuat kerusakan di bumi selama empat puluh hari dimana satu hari seperti satu tahun, satu hari berikutnya seperti satu bulan, satu hari berikutnya seperti satu minggu, lalu seluruh hari-hari lainnya seperti hari biasa. Jika dimasa ini ada seorang manusia yang mengaku-aku sebagai avatar atau titisan Tuhan maka waspadalah karena Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan dan mengingatkan bahwa Allah SWT tidak sama dengan gambaran Dajjal tersebut. Allah SWT Maha Sempurna . Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah matanya. (As-Sa’di, Syaikh ‘Abdurrohman, 23)
Fitnah apa yang dibawa si pendusta ini, Salah seorang ulama Arab Saudi bernama Syaikh Abdurrohman As Sa’di , dalam bukunya berjudul Risalatani fi Fitnatid Dajjal wa Ya’juj wa Ma’juj menyebutkan ada tiga fitnah besar yang dibawa. Pertama , Atheisme dan syubhat-syubhat yang menyesatkan. Paham ini akan menimbukan kekafiran dimana umat manusia tidak percaya lagi kepada ke-Esa-an Allah SWT, tidak percaya akan kekuasaan Allah sebagai penolong dan cenderung mengikuti ajaran-ajaran yang diberikan oleh nabi-nabi palsu dan bahkan mereka berani mengaku dirinya titisan atau reikarnasi dari Allah SWT itu sendiri. Kedua, mengagungkan materialisme atau cinta duniawi dan takut mati, ketiga , penyebaran paham Zionis yang mendukung pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di muka bumi ini demi kepentingan sekelompok orang saja.
Bagaimana upaya mencegah agar kaum muslim terhindar dari syubhat atau paham-paham yang menyesatkan. Pertama, nabi bersabda,
“…barang siapa diantara kalian bertemu dengannya maka bacakanlah ayat-ayat permulaan surat Al-Kahfi kepadanya, karena ayat-ayat tersebut adalah pelindung kalian dari kejahatan fitnahnya” (HR. Muslim).
Kedua, menghindar darinya seperti yang disabdakan Rasulullah,
“Barang siapa mendengar Dajjal, hendaklah menghindar darinya. Sebab demi Allah, akan ada seorang lelaki yang mendatangi Dajjal lantaran mengiranya seorang mukmin, lantas mengikuti segala macam syubhat yang dihembuskannya” (Abu Dawud).
Ketiga, riwayat lain menyebutkan , jika Dajjal telah tiba maka berlindunglah ke kota Madinah karena hanya kota tersebut yang tidak berani dijamah si pendusta Dajjal dan pengikutnya,
Daftar Pustaka“Rasa takut terhadap Al Masih Ad Dajjal tidak akan masuk ke kota Madinah. Pada waktu itu, kota Madinah memiliki tujuh pintu. Tiap pintunya dijaga oleh dua malaikat” (Shohihul Bukhori).
- Al-Quran Online, http://quran.islamdotnet.com/, akses tanggal 19 Desember 2007
- Hadis Online, http://hadis.islamdotnet.com/, akses tanggal 19 Desember 2007
Pustakawan Universitas Surabaya, email. oky@ubaya.ac.id

